Mulai 2 Oktober 2012 nanti Wings Air akan melayani rute penerbangan Batam-Pangkal Pinang PP sebanyak 4 kali dalam seminggu.
Selain pembukaan rute baru tersebut, Wings Air juga menambah jadwal penerbangan untuk rute Pekanbaru-Batam PP menjadi 5 kali setiap hari dan rute Batam-Natuna PP menjadi 6 kali seminggu.
Website: www.lionair.co.id
Rabu, 26 September 2012
Update Rute - Lion Air Layani Bandung-Balikpapan Dan Bandung-Makassar
Mulai tanggal 1 Oktober 2012, Lion Air kembali membuka rute baru yaitu Bandung - Makassar PP dan Bandung - Balikpapan PP.
Dengan dibukanya rute penerbangan baru tersebut, masyarakan dari Wilayah Timur Indonesia yang akan ke Bandung tidak perlu lagi lewat Jakarta dengan demikian waktu tempuhnya akan semakin cepat.
Harga tiket untuk Bandung-Balikpapan mulai dari Rp.570.000,- dan Bandung-Makassar mulai dari Rp.630.000,-
Selain pembukaan rute baru tersebut, Lion Air juga menambah jadwal penerbangan Bandung-Denpasar PP menjadi 2 kali sehari.
Rute-rute tersebut akan dilayani dengan pesawat Boeing 737-800 terbaru yang rencananya akan tiba dari Amerika Serikat pada akhir September 2012.
Pesawat yang akan datang ini adalah pesawat Boeing terbaru ke 73 yang dioperasikan oleh Lion Air.
Website: www.lionair.co.id
Dengan dibukanya rute penerbangan baru tersebut, masyarakan dari Wilayah Timur Indonesia yang akan ke Bandung tidak perlu lagi lewat Jakarta dengan demikian waktu tempuhnya akan semakin cepat.
Harga tiket untuk Bandung-Balikpapan mulai dari Rp.570.000,- dan Bandung-Makassar mulai dari Rp.630.000,-
Selain pembukaan rute baru tersebut, Lion Air juga menambah jadwal penerbangan Bandung-Denpasar PP menjadi 2 kali sehari.
Rute-rute tersebut akan dilayani dengan pesawat Boeing 737-800 terbaru yang rencananya akan tiba dari Amerika Serikat pada akhir September 2012.
Pesawat yang akan datang ini adalah pesawat Boeing terbaru ke 73 yang dioperasikan oleh Lion Air.
Website: www.lionair.co.id
Rabu, 12 September 2012
Wings Air Layani Rute Surabaya-Banyuwangi-Surabaya
Mulai 20 Sep 2012, Wings Air melayani rute penerbangan Surabaya - Banyuwangi PP.
Rute penerbangan tersebut akan dilayani menggunakan pesawat ATR 72-500 buatan Perancis dengan kapasitas 72 tempat duduk.
Penerbangan tersubut terhubung (connecting) dengan seluruh penerbangan Lion Air dari/ke Surabaya.
Adapun jadwal penerbangannya adalah sbb:
Surabaya - Banyuwangi Jam 09.30 WIB
Banyuwangi - Surabaya Jam 10.45 WIB
Rute penerbangan tersebut akan dilayani menggunakan pesawat ATR 72-500 buatan Perancis dengan kapasitas 72 tempat duduk.
Penerbangan tersubut terhubung (connecting) dengan seluruh penerbangan Lion Air dari/ke Surabaya.
Adapun jadwal penerbangannya adalah sbb:
Surabaya - Banyuwangi Jam 09.30 WIB
Banyuwangi - Surabaya Jam 10.45 WIB
Labels:
ATR 72-500,
Rute,
Rute Baru,
Surabaya. Banyuwangi,
Wings Air
Selasa, 11 September 2012
Lion Air Bikin Penerbangan Murah di Malaysia Bernama Malindo Airways
Kuala Lumpur - National Aerospace & Defence Industries (NADI) Malaysia bersama PT Lion Air bekerjasama mengembangkan perusahaan penerbangan murah alias low-cost carrier. Perusahaan yang bernama Malindo Airway tersebut akan menjelajah rute ASEAN dimana basisnya akan berada di Kuala Lumpur, Malaysia's Next Generation Airport yakni KLIA2.
Seperti diberitakan The Star, Selasa (11/9/2012), kesepakatan antar kedua perusahaan ini telah ditandatangani tepat pada hari ini. NADI merupakan sebuah perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai Aerospace Industries Malaysia Sdn Bhd yang merupakan pemain penting di industri kedirgantaraan dan pertahanan Malaysia yang terletak di Subang, Malaysia.
Perusahaan di bawah NADI Group antara lain Airod, Airod Techno Power, Aerospace Technology System Corp dan SME Aerospace yang merupakan perusahaan jasa pemeliharaan pesawat, perbaikan dan produksi mesin, dan suku cadang pesawat.
Lion Air sendiri merupakan maskapai penerbangan yang didirikan oleh kakak beradik Kusnan dan Rusdi Kirana. Perusahaan Aviasi RI lokal ini sempat membuat heboh dengan mengumumkan pemesanan 201 pesawat Boeing 737 MAX dan 29 pesawat Boeing 737-900ER. Pemesanan ini sekaligus mengalahkan rekor dalam hal jumlah pemesanan pesawat yang sebelumnya dipegang Maskapai Emirates.
Labels:
Airline,
Indonenesia,
Lion Air,
Malaysia,
Malindo,
Malindo Airways,
Penerbangan
Selasa, 04 September 2012
Lion Air Segera Buka Rute Jogjakarta-Batam PP dan Lampung-Batam PP
Lion Air dalam waktu dekat akan kembali membuka rute penerbangan baru Jogjakarta-Batam PP dan Batam-Lampung PP.
Pembukaan rute baru tersebut untuk memberi kemudahan bagi masyarakat pengguna jasa penerbangan Lion Air.
Dengan adanya penerbangan rute Jogjakarta-Batam dan Batam-Lampung tersebut, masyarakat Jogjakarta atau Lampung yang akan bepergian ke Batam atau sebaliknya tidak perlu lagi transit di Jakarta, sehingga waktu tempuh semakin singkat dan tentunya biayanya akan semakin murah.
Kedua rute penerbangan tersebut rencananya akan dilayani menggunakan pesawat baru Boeing 737-800NG yang memiliki kapasitas 189 tempat duduk.
Pembukaan rute baru tersebut untuk memberi kemudahan bagi masyarakat pengguna jasa penerbangan Lion Air.
Dengan adanya penerbangan rute Jogjakarta-Batam dan Batam-Lampung tersebut, masyarakat Jogjakarta atau Lampung yang akan bepergian ke Batam atau sebaliknya tidak perlu lagi transit di Jakarta, sehingga waktu tempuh semakin singkat dan tentunya biayanya akan semakin murah.
Kedua rute penerbangan tersebut rencananya akan dilayani menggunakan pesawat baru Boeing 737-800NG yang memiliki kapasitas 189 tempat duduk.
Labels:
Batam,
Jogjakarta,
Lampung,
Lion Air,
Rute,
Rute Baru,
Rute Penerbangan
Jumat, 10 Agustus 2012
Lion Air Buka Rute Semarang-Banjarmasin PP
Mulai tanggal 26 Agustus 2012 Lion Air kembali memperluas rute penerbangan dengan membuka rute penerbangan baru Semarang-Banjarmasin PP.
Selain pembukaan rute baru Semarang-Banjarmasin tersebut, Lion Air juga menambah jadwal penerbangan pada beberapa rute mulai tanggal 15 Agustus 2012. Rute-rute yang ditambah adalah Jogjakarta-Balikpapan PP menjadi 3X sehari, Jogjakarta-Banjarmasin PP menjadi 2X sehari, Jogjakarta-Denpasar menjadi 2X sehari dan Surabaya-Banjarmasin menjadi 7X sehari.
Pembukaan rute baru dan penambahan jadwal penerbangan ini akan dilayani menggunakan 2 pesawat baru Boeing 737-900ER yang akan tiba di Jakarta dari Seattle (Pabrik Boeing) pada tanggal 10 & 11 Agustus 2012. Dua pesawat yang datang tersebut adalah pesawat Boeing 737-900ER ke 70 & 71.
Labels:
Bali,
Balikpapan,
Banjarmasin,
Boeing 737-900ER,
Denpasar,
Jadwal Penerbangan,
Jogjakarta,
Lion Air,
Rute Baru,
Semarang.,
Surabaya.
Selasa, 31 Juli 2012
Lion Air Menghubungkan Bandung-Banjarmasin Langsung
Lion Air kembali memperluas jaringan rute penerbangan dari/ke Bandung.
Mulai tanggal 12 Agustus 2012 Lion Air membuka rute baru Bandung-Banjarmasin PP. Rute ini adalah rute baru, selama ini belum pernah ada penerbangan langsung Bandung-Banjarmasin.
Selain pembukaan rute Banjarmasin tersebut, Lion Air juga akan menambah frekwensi penerbangan Bandung-Surabaya menjadi 2 kali sehari.
Saat ini Lion Air sudah melayani rute penerbangan dari Bandung ke Medan, Bali, Batam, Surabaya serta Jogjakarta yang dilayani oleh Wings Air.
Lion Air juga akan menambah frekwensi penerbangan pada rute-rute Surabaya-Banjarmasin, Surabaya-Balikpapan, Jogjakarta-Banjarmasin, Jogjakarta-Balikpapan dan Jogjakarta-Denpasar.
Pembukaan rute baru dan penambahan frekwensi penerbangan ini seiring dengan kedatangan 3 pesawat baru Boeing 737-900ER dan Boeing 737-800NG yang akan diterima Lion Air dari Pabrik Boeing pada awal bulan Agustus 2012 ini.
Wings Air Membuka Rute Makassar-Poso-Makassar
Wings Air kembali memperluas layanannya diwilayah Timur Indonesia, rute terbaru yang akan dilayani adalah Makassar-Poso-Makassar. Pembukuan rute baru ini sebagai respon dari permintaan masyarakat dan Pemerintah Daerah Poso. Penerbangan perdana rute ini rencananya akan dimulai tanggal 11 Agustus 2012 menggunakan Pesawat Baru ATR 72-500 buatan Perancis.
Dengan adanya penerbangan Wings Air tersebut akan memudahkan masyarakat yang akan melakukan perjalanan udara dari/ke Poso ke seluruh wilayah di Indonesia karena penerbangan tersebut terhubung (connecting) dengan penerbangan Lion Air di Makassar.
Harapan kami dengan adanya pembukaan rute baru tersebut akan memajukan Pariwisata dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah Kabupaten Poso.
Jumat, 04 Desember 2009
Wings Layani Manado-Naha
Selasa, Wings Layani Manado-Naha
Thursday, 03 December 2009 09:40
Harga Tiket 350 Ribu
MANADO— Penerbangan perdana pesawat Wings Air, milik maskapai PT Lion Air dari Bandara Sam Ratulangi, Manado-Bandara Naha, Sangihe tinggal menunggu waktu. Berdasarkan rencana dari Lion Air, Wings Air akan terbang perdana dari Sam Ratulangi menuju Naha Selasa (8/12) pagi. District Manager Lion Air Manado Irwan mengatakan, Wings Air menggunakan pesawat jenis Dash 8, dengan kapasitas seat sebanyak 54. “Semua persiapan termasuk kru pesawat untuk jalur baru penerbangan ini telah dimantapkan,” ujar Irwan, kepada Manado Post kemarin.
Untuk selanjutnya, Wings Air akan mengadakan flight jalur Manado-Sangihe seminggu 4 kali , yakni Hari Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu. Dari Bandara Sam Ratulangi Manado menuju Naha, dimulai pukul 07.00 Wita. “Selain persiapan pesawat, penerbangan Lion Air ini akan surplus bagi penumpang,’’ujarnya.
Sedangkan untuk harga tiket pesawat, menurut Irwan, sekitar 350 ribu sampai 475 ribu rupiah.
Untuk penumpang yang memiliki tiket dan ingin menempuh perjalanan Manado-Naha, bisa menggunakan jasa penerbangan Lion Air ini.’’Karena kami sudah bekerjasama dengan pihak travel agent di Manado,” tegas Irwan. (sky/ham)
Thursday, 03 December 2009 09:40
Harga Tiket 350 Ribu
MANADO— Penerbangan perdana pesawat Wings Air, milik maskapai PT Lion Air dari Bandara Sam Ratulangi, Manado-Bandara Naha, Sangihe tinggal menunggu waktu. Berdasarkan rencana dari Lion Air, Wings Air akan terbang perdana dari Sam Ratulangi menuju Naha Selasa (8/12) pagi. District Manager Lion Air Manado Irwan mengatakan, Wings Air menggunakan pesawat jenis Dash 8, dengan kapasitas seat sebanyak 54. “Semua persiapan termasuk kru pesawat untuk jalur baru penerbangan ini telah dimantapkan,” ujar Irwan, kepada Manado Post kemarin.
Untuk selanjutnya, Wings Air akan mengadakan flight jalur Manado-Sangihe seminggu 4 kali , yakni Hari Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu. Dari Bandara Sam Ratulangi Manado menuju Naha, dimulai pukul 07.00 Wita. “Selain persiapan pesawat, penerbangan Lion Air ini akan surplus bagi penumpang,’’ujarnya.
Sedangkan untuk harga tiket pesawat, menurut Irwan, sekitar 350 ribu sampai 475 ribu rupiah.
Untuk penumpang yang memiliki tiket dan ingin menempuh perjalanan Manado-Naha, bisa menggunakan jasa penerbangan Lion Air ini.’’Karena kami sudah bekerjasama dengan pihak travel agent di Manado,” tegas Irwan. (sky/ham)
Lion Air bidik rute Asia Timur
Jumat, 04/12/2009
Lion Air bidik rute Asia Timur
Armada berbadan lebar akan ditambah
JAKARTA: Maskapai Lion Air membidik rute ke Korea dan China yang akan diterbangi paling cepat Juni tahun depan dengan mengoperasikan pesawat berbadan lebar.
Direktur Umum PT Lion Mentari Airlines Edward Sirait mengatakan rencana itu merupakan bagian dari ekspansi penerbangan internasional ke negara-negara Timur Jauh. "Kami sedang pelajari ukuran pasar destinasi China dan Korea," katanya kemarin.
Menurut dia, sejumlah kota di negara Timur Jauh masuk dalam daftar rute yang akan diterbangi langsung oleh Lion Air, seperti Seoul, Korea Selatan, dan beberapa kota di China.
Maskapai swasta terbesar itu juga mempertimbangkan pemesanan pesawat berbadan lebar untuk mendukung ekspansi ke sejumlah negara di Timur Jauh. "Jenis pesawat bergantung pada pasarnya. Kami mempertimbangkan pesawat berkapasitas 300-an penumpang jika pesawat Boeing 747-400 yang sudah ada terlalu besar," ujarnya.
Lion Air telah mengoperasikan dua pesawat Boeing 747-400 untuk menerbangi rute Jakarta-Jeddah, Arab Saudi, dua kali per minggu mulai 7 November lalu. "Tingkat isian pesawat rute itu masih fluktuatif, baru akan meningkat pada Maret setelah prosesi haji selesai."
Edward mengatakan pihaknya belum menentukan jenis pesawat berbadan lebar yang akan dipesan karena kajian mengenai pembukaan rute baru ke Korea dan China belum tuntas.
Namun, dia tidak menolak ketika disebutkan pihaknya tertarik dengan pesawat Boeing 777-200ER dan Airbus A330-300. "Kami masih mempelajari pasarnya, saat ini belum sampai pada kesimpulan soal jenis pesawatnya," tegas Edward.
Pasar menjanjikan
Dia menilai penerbangan ke Timur Jauh masih menjanjikan karena pertumbuhan ekonomi di kawasan itu tetap tinggi meski krisis finansial melanda hampir semua negara.
Edward juga mengutarakan rencana menambah minimal satu pesawat berbadan lebar untuk mendukung operasional penerbangan rute Jakarta-Jeddah.
Rencananya, Lion Air akan menerbangi rute Jeddah tujuh kali per minggu dari saat ini hanya dua kali per minggu. Rencanya itu dimungkinkan karena izin rute (landing permit) dari Kerajaan Arab Saudi sebanyak ini tujuh kali per minggu.
Selain pebisnis, sasaran konsumen di rute ini termasuk umrah dan tenaga kerja Indonesia. "Memang kini cukup dengan dua pesawat tetapi lebih bagus ada tambahan satu pesawat lagi," katanya.
Dia mengungkapkan dua pesawat B747-400 untuk melayani rute Jakarta-Jeddah registrasi PK-LHF dan PK-LHG berkapasitas masing-masing 506 tempat duduk dengan komposisi 22 kelas bisnis dan 484 ekonomi.
Lion Air juga berencana membuka satu rute lagi ke negara di Timur Tengah, setelah penerbangan Jakarta-Jeddah berjalan sesuai dengan rencana. Rute baru itu diharapkan terwujud paling lambat dalam setahun ke depan.
"Pasar penerbangan di Timur Tengah sekurangnya hingga 7 tahun ke depan masih akan bergairah. Selain karena bisnis yang tumbuh, Timur Tengah juga merupakan hub [pengumpul/pusat penerbangan], jadi penumpang bisa dengan mudah melanjutkan perjalanan, misalnya ke Eropa," katanya belum lama ini.
Dia menuturkan Lion Air akan menambah armada pesawat untuk melayani rute baru tersebut.
"Pesawat jelas akan ditambah. Jumlahnya bergantung pada rute yang akan diterbangi, yang jelas belum bisa kami publikasikan. Nanti, kalau sudah ada pesawatnya akan kami umumkan rute itu," ungkapnya.
Edward menambahkan penerbangan rute Jakarta-Jeddah ditempuh selama 9 jam 30 menit dengan jadwal keberangkatan dari Jakarta pukul 07.30 (JT 110) dan tiba di Jeddah pukul 13.00 waktu setempat. (hendra.wibawa@bisnis.co.id)
Oleh Hendra Wibawa
Bisnis Indonesia
Lion Air bidik rute Asia Timur
Armada berbadan lebar akan ditambah
JAKARTA: Maskapai Lion Air membidik rute ke Korea dan China yang akan diterbangi paling cepat Juni tahun depan dengan mengoperasikan pesawat berbadan lebar.
Direktur Umum PT Lion Mentari Airlines Edward Sirait mengatakan rencana itu merupakan bagian dari ekspansi penerbangan internasional ke negara-negara Timur Jauh. "Kami sedang pelajari ukuran pasar destinasi China dan Korea," katanya kemarin.
Menurut dia, sejumlah kota di negara Timur Jauh masuk dalam daftar rute yang akan diterbangi langsung oleh Lion Air, seperti Seoul, Korea Selatan, dan beberapa kota di China.
Maskapai swasta terbesar itu juga mempertimbangkan pemesanan pesawat berbadan lebar untuk mendukung ekspansi ke sejumlah negara di Timur Jauh. "Jenis pesawat bergantung pada pasarnya. Kami mempertimbangkan pesawat berkapasitas 300-an penumpang jika pesawat Boeing 747-400 yang sudah ada terlalu besar," ujarnya.
Lion Air telah mengoperasikan dua pesawat Boeing 747-400 untuk menerbangi rute Jakarta-Jeddah, Arab Saudi, dua kali per minggu mulai 7 November lalu. "Tingkat isian pesawat rute itu masih fluktuatif, baru akan meningkat pada Maret setelah prosesi haji selesai."
Edward mengatakan pihaknya belum menentukan jenis pesawat berbadan lebar yang akan dipesan karena kajian mengenai pembukaan rute baru ke Korea dan China belum tuntas.
Namun, dia tidak menolak ketika disebutkan pihaknya tertarik dengan pesawat Boeing 777-200ER dan Airbus A330-300. "Kami masih mempelajari pasarnya, saat ini belum sampai pada kesimpulan soal jenis pesawatnya," tegas Edward.
Pasar menjanjikan
Dia menilai penerbangan ke Timur Jauh masih menjanjikan karena pertumbuhan ekonomi di kawasan itu tetap tinggi meski krisis finansial melanda hampir semua negara.
Edward juga mengutarakan rencana menambah minimal satu pesawat berbadan lebar untuk mendukung operasional penerbangan rute Jakarta-Jeddah.
Rencananya, Lion Air akan menerbangi rute Jeddah tujuh kali per minggu dari saat ini hanya dua kali per minggu. Rencanya itu dimungkinkan karena izin rute (landing permit) dari Kerajaan Arab Saudi sebanyak ini tujuh kali per minggu.
Selain pebisnis, sasaran konsumen di rute ini termasuk umrah dan tenaga kerja Indonesia. "Memang kini cukup dengan dua pesawat tetapi lebih bagus ada tambahan satu pesawat lagi," katanya.
Dia mengungkapkan dua pesawat B747-400 untuk melayani rute Jakarta-Jeddah registrasi PK-LHF dan PK-LHG berkapasitas masing-masing 506 tempat duduk dengan komposisi 22 kelas bisnis dan 484 ekonomi.
Lion Air juga berencana membuka satu rute lagi ke negara di Timur Tengah, setelah penerbangan Jakarta-Jeddah berjalan sesuai dengan rencana. Rute baru itu diharapkan terwujud paling lambat dalam setahun ke depan.
"Pasar penerbangan di Timur Tengah sekurangnya hingga 7 tahun ke depan masih akan bergairah. Selain karena bisnis yang tumbuh, Timur Tengah juga merupakan hub [pengumpul/pusat penerbangan], jadi penumpang bisa dengan mudah melanjutkan perjalanan, misalnya ke Eropa," katanya belum lama ini.
Dia menuturkan Lion Air akan menambah armada pesawat untuk melayani rute baru tersebut.
"Pesawat jelas akan ditambah. Jumlahnya bergantung pada rute yang akan diterbangi, yang jelas belum bisa kami publikasikan. Nanti, kalau sudah ada pesawatnya akan kami umumkan rute itu," ungkapnya.
Edward menambahkan penerbangan rute Jakarta-Jeddah ditempuh selama 9 jam 30 menit dengan jadwal keberangkatan dari Jakarta pukul 07.30 (JT 110) dan tiba di Jeddah pukul 13.00 waktu setempat. (hendra.wibawa@bisnis.co.id)
Oleh Hendra Wibawa
Bisnis Indonesia
Al-Watania, Lion Air’s inaugural flights arrive
Arab News
JEDDAH: King Abdulaziz International Airport (KAIA) received the inaugural flight of Lion Air of Indonesia and Al-Watania of Kuwait, according to reports over the weekend.
Lion Air had 496 passengers on board arriving from Jakarta. The airline will be flying three times a week to Jeddah from Jakarta.
Expressing his pleasure over the inaugural landings, the airport’s director, Mazen Khashoggi, said: “Such developments at KAIA are part of the strategic growth plan set to meet the required passenger capacity and growing demand.”
KAIA accommodates the needs of three national airlines and 60 foreign airlines, offering the highest levels of technical support and security measures for the aviation industry. The airport currently handles up to 18 million passengers a year and is expanding its capacity and capabilities including new terminals to serve the anticipated increase of pilgrims, as well as tourists and business travelers both from within the Kingdom and overseas. Lion Mentari Airlines (operating as Lion Air) is Indonesia’s largest private carrier and Asia’s first hybrid carrier, which offers both Economy and Business class seating, based in Jakarta.
It operates scheduled passenger services on an extensive domestic network from Jakarta and also flies to certain Far East destinations. “Our flight to Jeddah is the first step of our launch toward the Middle East,” Ahmed Hassan, Lion Air’s director-general said.
Abdul Salam Al-Bahr, CEO of Al-Wataniya Airways, said the carrier, which caters to the business community, aimed to provide exceptional services between Kuwait and Jeddah in a two-class configuration — First and Economy.
JEDDAH: King Abdulaziz International Airport (KAIA) received the inaugural flight of Lion Air of Indonesia and Al-Watania of Kuwait, according to reports over the weekend.
Lion Air had 496 passengers on board arriving from Jakarta. The airline will be flying three times a week to Jeddah from Jakarta.
Expressing his pleasure over the inaugural landings, the airport’s director, Mazen Khashoggi, said: “Such developments at KAIA are part of the strategic growth plan set to meet the required passenger capacity and growing demand.”
KAIA accommodates the needs of three national airlines and 60 foreign airlines, offering the highest levels of technical support and security measures for the aviation industry. The airport currently handles up to 18 million passengers a year and is expanding its capacity and capabilities including new terminals to serve the anticipated increase of pilgrims, as well as tourists and business travelers both from within the Kingdom and overseas. Lion Mentari Airlines (operating as Lion Air) is Indonesia’s largest private carrier and Asia’s first hybrid carrier, which offers both Economy and Business class seating, based in Jakarta.
It operates scheduled passenger services on an extensive domestic network from Jakarta and also flies to certain Far East destinations. “Our flight to Jeddah is the first step of our launch toward the Middle East,” Ahmed Hassan, Lion Air’s director-general said.
Abdul Salam Al-Bahr, CEO of Al-Wataniya Airways, said the carrier, which caters to the business community, aimed to provide exceptional services between Kuwait and Jeddah in a two-class configuration — First and Economy.
Indonesia's Lion Air to order 10-15 widebodies
By Leithen Francis
DATE:23/11/09
SOURCE:Air Transport Intelligence news
Indonesia's largest privately-owned carrier Lion Air plans to place an order for widebodies and wants first deliveries in 2011.
Lion plans to order 10-15 widebodies and is interested in Airbus A330-300s and Boeing 777-200ERs, says Lion Air president Rusdi Kirana.
The carrier wants first deliveries in 2011 and plans to use the aircraft in the day on busy domestic trunk routes and fly the aircraft at night to destinations in Asia, he says.
They aim to make a decision by the first quarter of next year, he adds.
Indonesian carriers are unable to operate domestically at night because of airport curfews. Rusdi says, for example, that Lion Air could operate a widebody at night from Bali Denpasar to Taipei and have passengers arrive in Bali in the morning.
He says Lion plans to have the widebodies in an all-economy configuration and compete on price.
Rusdi also says Indonesia has plenty of traffic rights available because at the moment "its only Garuda flying internationally" on longer routes.
Lion can succeed on longer international routes because it has the feeder traffic, he adds.
Earlier this month Lion launched services on the Jakarta-Jeddah route using two second-hand Boeing 747-400s that it bought.
Rusdi says its passenger load factor on the route is 90-100%.
Lion's main fleet comprises of 26 Boeing 737-900ERs and it is adding one a month and plans to have a total of 30 by year-end, says Rusdi.
In addition, it has five Boeing MD-80s but these are used as stand-by aircraft and will be phased out mid next year, he says.
Lion has also signed a firm order for 15 ATR 72-500s with the first three aircraft due to arrive in December although an exact date has yet to be set, he adds.
DATE:23/11/09
SOURCE:Air Transport Intelligence news
Indonesia's largest privately-owned carrier Lion Air plans to place an order for widebodies and wants first deliveries in 2011.
Lion plans to order 10-15 widebodies and is interested in Airbus A330-300s and Boeing 777-200ERs, says Lion Air president Rusdi Kirana.
The carrier wants first deliveries in 2011 and plans to use the aircraft in the day on busy domestic trunk routes and fly the aircraft at night to destinations in Asia, he says.
They aim to make a decision by the first quarter of next year, he adds.
Indonesian carriers are unable to operate domestically at night because of airport curfews. Rusdi says, for example, that Lion Air could operate a widebody at night from Bali Denpasar to Taipei and have passengers arrive in Bali in the morning.
He says Lion plans to have the widebodies in an all-economy configuration and compete on price.
Rusdi also says Indonesia has plenty of traffic rights available because at the moment "its only Garuda flying internationally" on longer routes.
Lion can succeed on longer international routes because it has the feeder traffic, he adds.
Earlier this month Lion launched services on the Jakarta-Jeddah route using two second-hand Boeing 747-400s that it bought.
Rusdi says its passenger load factor on the route is 90-100%.
Lion's main fleet comprises of 26 Boeing 737-900ERs and it is adding one a month and plans to have a total of 30 by year-end, says Rusdi.
In addition, it has five Boeing MD-80s but these are used as stand-by aircraft and will be phased out mid next year, he says.
Lion has also signed a firm order for 15 ATR 72-500s with the first three aircraft due to arrive in December although an exact date has yet to be set, he adds.
Selasa, 07 April 2009
EX-IM BANK APPROVES OVER $1 BILLION TO SUPPORT EXPORTS OF BOEING 737-900ER
APRIL 3, 2009
Contact: Linda Formella (202) 565-3200
EX-IM BANK APPROVES OVER $1 BILLION TO SUPPORT EXPORTS OF BOEING 737-900ER
AIRCRAFT TO INDONESIA'S LION AIR
WASHINGTON, D.C.: The Export-Import Bank of the United States (Ex-Im Bank) has approved more than $1 billion in financing to support the export of up to 30 Boeing 737-900ER aircraft with CFM International aircraft engines to Lion Air in Indonesia. On April 2nd, Ex-Im Bank's board of directors approved a final authorization of $238 million and a nonbinding preliminary commitment of $841 million.
The transactions are Ex-Im Bank's first in support of the B737-900ER aircraft and the first Ex-Im Bank-supported aircraft financings for a private-sector airline in Indonesia.
The financings of aircraft under both transactions are eligible for reduced Ex-Im Bank exposure fees (risk premia) under the Cape Town Treaty and the related aircraft-equipment protocol. The Cape Town Treaty is an international treaty that facilitates the cross-border financing and leasing of aircraft, helicopters and aircraft engines. Indonesia implemented the treaty under a new aviation law that went into effect in January 2009.
"Ex-Im Bank's financing of these sales of B737-900ER aircraft to Lion Air supports jobs at Boeing's manufacturing facilities in the state of Washington and at CFM International Inc. in Cincinnati, Ohio, as well as at hundreds of small, medium-sized and large U.S. businesses that supply parts and services to Boeing and CFM," said Carol Sexton, managing director, South/Southeast Asia, Boeing Capital Corporation.
"Ex-Im Bank welcomes this opportunity to support the export of Boeing aircraft to Lion Air, a successful and growing Indonesian airline. We are very pleased that Indonesia implemented the Cape Town Treaty under its new aviation law. We are delighted to be able to offer Lion Air the reduced exposure fee available under this treaty, which reduces the legal risks associated with cross-border, asset-backed aircraft financings and leases," said Ex-Im Bank Vice President of Transportation Robert Morin.
Since 2003, Ex-Im Bank has offered a reduction of its exposure fee on aircraft and aircraft engine transactions to eligible international airlines to encourage countries to ratify and implement the treaty. To date, a total of 28 countries, including the United States, have signed, ratified or acceded to and implemented the Cape Town Treaty. Airlines have benefitted from Ex-Im Bank's more favorable terms in eight of these countries: Angola, Ethiopia, Indonesia, Kenya, Oman, Pakistan, Panama and Senegal.
More recently, and following Ex-Im Bank's lead, all export credit agencies bound by the new Aircraft Sector Understanding of the Organization for Economic Cooperation and Development are now permitted to offer discounts on the risk premia charged for their financing in support of exports of commercial aircraft, helicopters and aircraft engines to airlines in countries that have ratified and implemented the Cape Town Treaty and the related aircraft-equipment protocol.
A preliminary commitment issued by Ex-Im Bank is made in response to a preliminary application for financing, and, although nonbinding, provides an indication that Ex-Im Bank is interested in financing the type of transaction described in the application. Final approval must follow receipt of a final commitment application, review by Ex-Im Bank staff and final action by the Bank's board of directors.
In fiscal year 2008, Ex-Im Bank authorized $14.4 billion in financing to support an estimated $19.6 billion of U.S. exports worldwide. The Bank authorized more than $5.5 billion to support the export of 97 new U.S.-manufactured, large commercial aircraft to a total of 17 airlines and two aircraft leasing companies located in 15 different countries. For more information, visit www.exim.gov.
Contact: Linda Formella (202) 565-3200
EX-IM BANK APPROVES OVER $1 BILLION TO SUPPORT EXPORTS OF BOEING 737-900ER
AIRCRAFT TO INDONESIA'S LION AIR
WASHINGTON, D.C.: The Export-Import Bank of the United States (Ex-Im Bank) has approved more than $1 billion in financing to support the export of up to 30 Boeing 737-900ER aircraft with CFM International aircraft engines to Lion Air in Indonesia. On April 2nd, Ex-Im Bank's board of directors approved a final authorization of $238 million and a nonbinding preliminary commitment of $841 million.
The transactions are Ex-Im Bank's first in support of the B737-900ER aircraft and the first Ex-Im Bank-supported aircraft financings for a private-sector airline in Indonesia.
The financings of aircraft under both transactions are eligible for reduced Ex-Im Bank exposure fees (risk premia) under the Cape Town Treaty and the related aircraft-equipment protocol. The Cape Town Treaty is an international treaty that facilitates the cross-border financing and leasing of aircraft, helicopters and aircraft engines. Indonesia implemented the treaty under a new aviation law that went into effect in January 2009.
"Ex-Im Bank's financing of these sales of B737-900ER aircraft to Lion Air supports jobs at Boeing's manufacturing facilities in the state of Washington and at CFM International Inc. in Cincinnati, Ohio, as well as at hundreds of small, medium-sized and large U.S. businesses that supply parts and services to Boeing and CFM," said Carol Sexton, managing director, South/Southeast Asia, Boeing Capital Corporation.
"Ex-Im Bank welcomes this opportunity to support the export of Boeing aircraft to Lion Air, a successful and growing Indonesian airline. We are very pleased that Indonesia implemented the Cape Town Treaty under its new aviation law. We are delighted to be able to offer Lion Air the reduced exposure fee available under this treaty, which reduces the legal risks associated with cross-border, asset-backed aircraft financings and leases," said Ex-Im Bank Vice President of Transportation Robert Morin.
Since 2003, Ex-Im Bank has offered a reduction of its exposure fee on aircraft and aircraft engine transactions to eligible international airlines to encourage countries to ratify and implement the treaty. To date, a total of 28 countries, including the United States, have signed, ratified or acceded to and implemented the Cape Town Treaty. Airlines have benefitted from Ex-Im Bank's more favorable terms in eight of these countries: Angola, Ethiopia, Indonesia, Kenya, Oman, Pakistan, Panama and Senegal.
More recently, and following Ex-Im Bank's lead, all export credit agencies bound by the new Aircraft Sector Understanding of the Organization for Economic Cooperation and Development are now permitted to offer discounts on the risk premia charged for their financing in support of exports of commercial aircraft, helicopters and aircraft engines to airlines in countries that have ratified and implemented the Cape Town Treaty and the related aircraft-equipment protocol.
A preliminary commitment issued by Ex-Im Bank is made in response to a preliminary application for financing, and, although nonbinding, provides an indication that Ex-Im Bank is interested in financing the type of transaction described in the application. Final approval must follow receipt of a final commitment application, review by Ex-Im Bank staff and final action by the Bank's board of directors.
In fiscal year 2008, Ex-Im Bank authorized $14.4 billion in financing to support an estimated $19.6 billion of U.S. exports worldwide. The Bank authorized more than $5.5 billion to support the export of 97 new U.S.-manufactured, large commercial aircraft to a total of 17 airlines and two aircraft leasing companies located in 15 different countries. For more information, visit www.exim.gov.
Senin, 22 Desember 2008
Pesawat Gress Lion Air Siap Manjakan Penumpang
angkasa-Online.com




22 Desember 2008
Para calon penumpang Lion Air yang beruntung terbang dengan tujuan Banda Aceh, Medan, Padang, Palembang, Pekanbaru, Jogjakarta, Surabaya, Balikpapan, Banjarmasin, Makasar, Manado serta Denpasar, akan menikmati fasilitas pesawat baru fresh from the Oven B 737-900 ER.
Dibulan Desember 2008 ini, Lion Air sengaja mendatangkan 5 (lima) pesawat baru B 737-900 ER guna mengantisipasi lonjakan penumpang dalam rangka liburan, Natal dan Tahun Baru. Hadirnya 5 (lima) pesawat ini berarti hingga akhir tahun ini, Lion Air sudah mengoperasikan sebanyak 17 (tujuh belas) pesawat B 737-900 ER dari 178 pesawat yang dipesan oleh Lion Air.
“ Keistimewaan 5 (lima) pesawat ini adalah memiliki radar cuaca yang terbaru (system radar cuaca RDR 4000 dari Honeywell generasi terbaru yang berkemampuan lebih baik dalam mendeteksi guncangan udara dan aktifitas sel badai, penumpang juga akan dibuat nyaman karena kursi dibalut kulit asli kualitas tinggi dengan penampilan lebih mewah dan modern. Bahkan penumpang juga bias menikmati fasiliats hiburan atau tontonan Inflight Entertaintment berupa TV monitor khususnya bagi penumpang dengan penerbangan cukup lama. Pokonya penumpang bakal dibuat nyaman,” ujar Edward Sirait selaku Direktur Umum sambil berpromosi.
Pada tahun-tahun mendatang, Lion Air dan Wings Air akan terus mendatangkan pesawat baru untuk peremajaan armada seperti B 737-900 ER dan ATR 72/500 atau 600. Pesawat-pesawat tersebut akan digunakan dan dioperasikan untuk melayani penumpang rute-rute dalam negeri yang saat ini belum seluruhnya terlayani serta rute-rute regional/negara tetangga.
Hingga akhir tahun ini, Lion Air dan Wings Air akan mengoperasikan 49 pesawat terdiri dari tipe B 737-900 ER, B 737-400, B 737-300, Boeing MD – 90, Boeing MD-82 serta DASH 8. (DN.Yusuf)
Sumber Berita dan Foto: http://www.angkasa-online.com/read/news/855/pesawat.gress.lion.air.siap.manjakan.penumpang




22 Desember 2008
Para calon penumpang Lion Air yang beruntung terbang dengan tujuan Banda Aceh, Medan, Padang, Palembang, Pekanbaru, Jogjakarta, Surabaya, Balikpapan, Banjarmasin, Makasar, Manado serta Denpasar, akan menikmati fasilitas pesawat baru fresh from the Oven B 737-900 ER.
Dibulan Desember 2008 ini, Lion Air sengaja mendatangkan 5 (lima) pesawat baru B 737-900 ER guna mengantisipasi lonjakan penumpang dalam rangka liburan, Natal dan Tahun Baru. Hadirnya 5 (lima) pesawat ini berarti hingga akhir tahun ini, Lion Air sudah mengoperasikan sebanyak 17 (tujuh belas) pesawat B 737-900 ER dari 178 pesawat yang dipesan oleh Lion Air.
“ Keistimewaan 5 (lima) pesawat ini adalah memiliki radar cuaca yang terbaru (system radar cuaca RDR 4000 dari Honeywell generasi terbaru yang berkemampuan lebih baik dalam mendeteksi guncangan udara dan aktifitas sel badai, penumpang juga akan dibuat nyaman karena kursi dibalut kulit asli kualitas tinggi dengan penampilan lebih mewah dan modern. Bahkan penumpang juga bias menikmati fasiliats hiburan atau tontonan Inflight Entertaintment berupa TV monitor khususnya bagi penumpang dengan penerbangan cukup lama. Pokonya penumpang bakal dibuat nyaman,” ujar Edward Sirait selaku Direktur Umum sambil berpromosi.
Pada tahun-tahun mendatang, Lion Air dan Wings Air akan terus mendatangkan pesawat baru untuk peremajaan armada seperti B 737-900 ER dan ATR 72/500 atau 600. Pesawat-pesawat tersebut akan digunakan dan dioperasikan untuk melayani penumpang rute-rute dalam negeri yang saat ini belum seluruhnya terlayani serta rute-rute regional/negara tetangga.
Hingga akhir tahun ini, Lion Air dan Wings Air akan mengoperasikan 49 pesawat terdiri dari tipe B 737-900 ER, B 737-400, B 737-300, Boeing MD – 90, Boeing MD-82 serta DASH 8. (DN.Yusuf)
Sumber Berita dan Foto: http://www.angkasa-online.com/read/news/855/pesawat.gress.lion.air.siap.manjakan.penumpang
Boeing 737-900ER Ke-17, PK-LFS Telah Tiba di Jakarta
Boeing 737-900ER ke-17 dengan Registrasi PK-LFS telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta Jakarrta sesuai jadwal tanggal 21 Desember 2008.
Pesawat tersebut menempuh perjalan cukup panjang dari Pabrik Boeing di Seattle menuju Jakarta, adapun rute yang ditempuh adalah Seattle-Honolulu-Majuro-Biak-Jakarta.
Dengan bergabungnya PK-LFS tersebut berarti jumlah pesawat Boeing 737-900ER yang telah dioperasikan Lion Air sampai dengan Desember 2008 berjumlah 17 pesawat dari 178 pesawat yang dipesan.
Penambahan 5 pesawat Boeing 737-900ER pada bulan Desember 2008 ini, memungkinkan Lion Air menambah frekuensi penerbangan menjelang liburan Natal dan Tahun Baru.
Selamat menikmati perjalanan liburan akhir tahun dengan pesawat baru kami Boeing 737-900ER.
Pesawat tersebut menempuh perjalan cukup panjang dari Pabrik Boeing di Seattle menuju Jakarta, adapun rute yang ditempuh adalah Seattle-Honolulu-Majuro-Biak-Jakarta.
Dengan bergabungnya PK-LFS tersebut berarti jumlah pesawat Boeing 737-900ER yang telah dioperasikan Lion Air sampai dengan Desember 2008 berjumlah 17 pesawat dari 178 pesawat yang dipesan.
Penambahan 5 pesawat Boeing 737-900ER pada bulan Desember 2008 ini, memungkinkan Lion Air menambah frekuensi penerbangan menjelang liburan Natal dan Tahun Baru.
Selamat menikmati perjalanan liburan akhir tahun dengan pesawat baru kami Boeing 737-900ER.
Sabtu, 20 Desember 2008
Jadwal Penerbangan Lion Air Ke Sumatera
JADWAL PENERBANGAN KE DAERAH SUMATERA:
JAKARTA-MEDAN 9X: 06:00, 08:10, 09:00, 10:45, 12:45, 14:40, 16:45, 19:30 DAN 21:10
MEDAN-JAKARTA 9X: 06:30, 09:00, 11:10, 12:00, 13:45, 15:50, 17:40, 19:40 DAN 22:40
JAKARTA-PALEMBANG 6X: 07:00, 09:05, 12:00, 14:10, 17:00 DAN 20:10
PALEMBANG-JAKARTA 6X: 06:00, 08:35, 10:45, 13:40, 15:45 DAN 18:40
JAKARTA-PADANG 4X: 07:45, 12:30, 16:05 DAN 19:30
PADANG-JAKARTA 4X: 06:00, 10:05, 14:50 DAN 18:25
JAKARTA-PEKANBARU 3X: 06:50, 09:15 DAN 18:40
PEKANBARU-JAKARTA 3X: 07:00, 09:10 DAN 14:20
JAKARTA-PANGKAL PINANG 3X: 06:50, 10:10 DAN 16:45
PANGKAL PINANG-JAKARTA 3X: 08:20, 11:40 DAN 18:15
JAKARTA-JAMBI 3X: 06:45, 13:15 DAN 16:40
JAMBI-JAKARTA 3X: 08:25, 14:55, DAN 18:30
JAKARTA-BENGKULU 3X: 09:55, 13:20 DAN 16:40
BENGKULU-JAKARTA 3X: 11:35, 15:00 DAN 18:20
JAKARTA-BATAM 3X: 08:40, 10:45 DAN 13:30
BATAM-JAKARTA 3X: 10:50, 13:00 DAN 15:55
JAKARTA-BANDA ACEH 2X: 08:35 DAN 16:45
BANDA ACEH-JAKARTA 2X: 07:20 DAN 11:55
MEDAN-BANDA ACEH 1X: 19:35
BANDA ACEH-MEDAN 1X: 07:20
PEKANBARU-BATAM 1X: 11:30
BATAM-PEKANBARU 1X: 12:55
SURABAYA-BATAM 1X: 08:00
BATAM-SURABAYA 1X: 13:55
JAKARTA-MEDAN 9X: 06:00, 08:10, 09:00, 10:45, 12:45, 14:40, 16:45, 19:30 DAN 21:10
MEDAN-JAKARTA 9X: 06:30, 09:00, 11:10, 12:00, 13:45, 15:50, 17:40, 19:40 DAN 22:40
JAKARTA-PALEMBANG 6X: 07:00, 09:05, 12:00, 14:10, 17:00 DAN 20:10
PALEMBANG-JAKARTA 6X: 06:00, 08:35, 10:45, 13:40, 15:45 DAN 18:40
JAKARTA-PADANG 4X: 07:45, 12:30, 16:05 DAN 19:30
PADANG-JAKARTA 4X: 06:00, 10:05, 14:50 DAN 18:25
JAKARTA-PEKANBARU 3X: 06:50, 09:15 DAN 18:40
PEKANBARU-JAKARTA 3X: 07:00, 09:10 DAN 14:20
JAKARTA-PANGKAL PINANG 3X: 06:50, 10:10 DAN 16:45
PANGKAL PINANG-JAKARTA 3X: 08:20, 11:40 DAN 18:15
JAKARTA-JAMBI 3X: 06:45, 13:15 DAN 16:40
JAMBI-JAKARTA 3X: 08:25, 14:55, DAN 18:30
JAKARTA-BENGKULU 3X: 09:55, 13:20 DAN 16:40
BENGKULU-JAKARTA 3X: 11:35, 15:00 DAN 18:20
JAKARTA-BATAM 3X: 08:40, 10:45 DAN 13:30
BATAM-JAKARTA 3X: 10:50, 13:00 DAN 15:55
JAKARTA-BANDA ACEH 2X: 08:35 DAN 16:45
BANDA ACEH-JAKARTA 2X: 07:20 DAN 11:55
MEDAN-BANDA ACEH 1X: 19:35
BANDA ACEH-MEDAN 1X: 07:20
PEKANBARU-BATAM 1X: 11:30
BATAM-PEKANBARU 1X: 12:55
SURABAYA-BATAM 1X: 08:00
BATAM-SURABAYA 1X: 13:55
Labels:
Banda Aceh,
Batam,
Bengkulu,
Jadwal Penerbangan,
Jambi,
Lion Air,
Medan,
Padang,
Pangkal Pinang,
Pekanbaru
Pesawat Boeing 737-900 ER Ke-16 Telah Tiba di Jakarta
Boeing 737-900ER ke-16 PK-LGI telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta sesuai jadwal tanggal 18 Desember 2008 dan sudah mulai dioperasikan tanggal 19 Desember 2008.
Dengan tambahan armada ini, Lion Air menambah frekuensi penerbangan di beberapa rute guna memenuhi permintaan masyarakat menjelang liburan akhir tahun, antara lain rute Jakarta-Denpasar-Jakarta dari 6X menjadi 8X penerbangan.
Adapan jadwal lengkapnya adalah sebagai berikut:
Jakarta-Denpasar 8X: Jam 09:35, 12:30, 14:15, 16:00, 17:15, 18:15, 19:00 dan 20:40.
Denpasar-Jakarta 8X: Jam 06:20, 09:30, 10:55, 13:05, 15:55, 17:50, 20:45 dan 21:50.
Bagi masyarakat yang akan berlibur ke Bali tentunya semakin banyak pilihan jam penerbangan dan semakin banyak tempat duduk yang tersedia.
Selamat berlibur....
Dengan tambahan armada ini, Lion Air menambah frekuensi penerbangan di beberapa rute guna memenuhi permintaan masyarakat menjelang liburan akhir tahun, antara lain rute Jakarta-Denpasar-Jakarta dari 6X menjadi 8X penerbangan.
Adapan jadwal lengkapnya adalah sebagai berikut:
Jakarta-Denpasar 8X: Jam 09:35, 12:30, 14:15, 16:00, 17:15, 18:15, 19:00 dan 20:40.
Denpasar-Jakarta 8X: Jam 06:20, 09:30, 10:55, 13:05, 15:55, 17:50, 20:45 dan 21:50.
Bagi masyarakat yang akan berlibur ke Bali tentunya semakin banyak pilihan jam penerbangan dan semakin banyak tempat duduk yang tersedia.
Selamat berlibur....
Labels:
737-900ER,
Denpasar,
Lion Air,
PK-LGI,
Rute Penerbangan
Kamis, 18 Desember 2008
Photo Boeing 737-900ER Lion Air

Untuk melihat Photo Boeing 737-900ER Lion Air bisa kunjungi www.flickr.com atau klik link berikut:
Photo Lion Air PK-LFS (pesawat 737-900ER ke-17)
Photo Lion Air PK-LFS (rencana tiba di Jakarta 21 Dec 2008)
Photo 737-900ER Lion Air oleh Rick Schlamp di Flickr.com
Photo 737-900ER Lion Air oleh Drewski2112 di Flickr.com
Lion Beli 20 Pesawat ATR 72-500
Lion Air berencana membeli 20 unit pesawat angkut ringan dari produsen pesawat asal Perancis, ATR, untuk melayani rute-rute perintis, baik di wilayah barat maupun wilayah timur Indonesia.
Direktur Utama PT Lion Air Rusdi Kirana di sela-sela Pameran Pertahanan dan Dirgantara Indonesia 2008 di Jakarta, Rabu (18/11), mengatakan, sebanyak 20 unit pesawat itu akan diserahkan penggunanya oleh Wings Air, anak perusahaannya.
"Kedatangan ke-20 unit pesawat itu akan dilakukan secara bertahap setiap tahun. Pesawat pertama direncanakan tiba di Indonesia pada Juni 2009," katanya.
Keduapuluh pesawat itu akan melayani rute-rute perintis, antara lain tujuan Lhokseumawe, Toli-toli, dan Merauke.
"Masing-masing pesawat memiliki kapasitas sekitar 70 kursi dan ini merupakan jenis pesawat terbaru yang dikeluarkan pihak ATR. Selama ini sudah banyak produk ATR yang kami pakai, tetapi bukan produksi terbaru dari pabrik," ujarnya.
Kesepakatan pembelian 20 unit pesawat angkut ringan itu dituangkan dalam nota kesepahaman antara pihak Lion Air dan ATR di stand Lion Air di Pameran Pertahanan dan Dirgantara Indonesia.
Penandatangan dilakukan Dirut PT Lion Air Rusdi Kirana dan Wakil Direktur Pemasaran ATR Jacques Desbarats disakasikan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Berita terkait:
http://www.eads.com/1024/en/pressdb/pressdb/ATR_EFW_Socata_Sogerma/20081119_atr_lion_air.html
http://www.atr.fr/public/atr/html/press/releases-details.php?aid=828
Direktur Utama PT Lion Air Rusdi Kirana di sela-sela Pameran Pertahanan dan Dirgantara Indonesia 2008 di Jakarta, Rabu (18/11), mengatakan, sebanyak 20 unit pesawat itu akan diserahkan penggunanya oleh Wings Air, anak perusahaannya.
"Kedatangan ke-20 unit pesawat itu akan dilakukan secara bertahap setiap tahun. Pesawat pertama direncanakan tiba di Indonesia pada Juni 2009," katanya.
Keduapuluh pesawat itu akan melayani rute-rute perintis, antara lain tujuan Lhokseumawe, Toli-toli, dan Merauke.
"Masing-masing pesawat memiliki kapasitas sekitar 70 kursi dan ini merupakan jenis pesawat terbaru yang dikeluarkan pihak ATR. Selama ini sudah banyak produk ATR yang kami pakai, tetapi bukan produksi terbaru dari pabrik," ujarnya.
Kesepakatan pembelian 20 unit pesawat angkut ringan itu dituangkan dalam nota kesepahaman antara pihak Lion Air dan ATR di stand Lion Air di Pameran Pertahanan dan Dirgantara Indonesia.
Penandatangan dilakukan Dirut PT Lion Air Rusdi Kirana dan Wakil Direktur Pemasaran ATR Jacques Desbarats disakasikan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Berita terkait:
http://www.eads.com/1024/en/pressdb/pressdb/ATR_EFW_Socata_Sogerma/20081119_atr_lion_air.html
http://www.atr.fr/public/atr/html/press/releases-details.php?aid=828
Rabu, 17 Desember 2008
Pesawat Boeing 737-900 ER Ke-15 Telah Tiba di Jakarta
Kedatangan Pesawat Boeing 737-900ER ke-15 sesuai dengan jadwal, hari ini 17 Desember 2008 pesawat dengan registrasi PK-LGH telah mendarat di Bandara Soekarno-Hatta.
Dan untuk pesawat ke-16 direncanakan tiba di tanah air tanggal 18 Desember 2008 dengan registrasi PK-LGI.
Sementara Pesawat ke-14 dengan registrasi PK-LGF yang datang tanggal 16 Desember 2008 sudah mulai dioperasikan. Rute perdana yang diterbangi pesawat baru ini adalah Jakarta-Denpasar-Jakarta.
Mulai 18 Desember 2008, Lion Air juga akan memulai jadwal penerbangan pagi dari Balikpapan-Jakarta pukul 06.45 WITA menggunakan Boeing 737-900ER.
Penambahan jadwal penerbangan pagi tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, pemerintah daerah dan perusahaan-perusahaan di Kalimantan Timur yang memerlukan waktu lebih awal tiba di Jakarta dan tentunya dengan harga yang lebih terjangkau.
Dan mulai saat ini seluruh penerbangan Lion Air dari Jakarta ke Balikpapan dan sebaliknya sebanyak 5X setiap hari menggunakan pesawat Boeing 737-900ER dengan kapasitas 213 tempat duduk.
Dengan demikian setiap hari Lion Air menyediakan 1.065 tempat duduk untuk rute Balikpapan-Jakarta. Semoga masyarakat yang berencana untuk melakukan perjalanan tidak lagi mengalami kesulitan untuk mendapatkan tiket.
Selain rute Balikpapan-Jakarta, Lion Air dan Wings Air juga melayani rute Balikpapan-Surabaya-Balikpapan sebanyak 6X penerbangan setiap harinya.
Jadwal Penerbangan Lion Air/Wings Air di Balikpapan, sbb
Balikpapan-Jakarta 5X (Pukul 06:45, 10:00, 13:40, 16:30 dan 19:00)
Jakarta-Balikpapan 5X (Pukul 06:15, 09:55, 12:45, 15:20 dan 19:20)
Balikpapan-Surabaya 6X (Pukul 07:00, 09:10, 12:55, 15:00, 17:40 dan 20:00)
Surabaya-Balikpapan 6X (Pukul 06:15, 09:55, 12:05, 14:40, 16:55 dan 19:00)
Dan untuk informasi & pemesanan tiket Lion Air, silakan hubungi/kunjungi:
Call Center 24 Jam:
0804 1 778899
(021) 6379800, 63871111
Website:
www.lionair.co.id
Atau hubungi Biro Perjalanan Anda
Dan untuk pesawat ke-16 direncanakan tiba di tanah air tanggal 18 Desember 2008 dengan registrasi PK-LGI.
Sementara Pesawat ke-14 dengan registrasi PK-LGF yang datang tanggal 16 Desember 2008 sudah mulai dioperasikan. Rute perdana yang diterbangi pesawat baru ini adalah Jakarta-Denpasar-Jakarta.
Mulai 18 Desember 2008, Lion Air juga akan memulai jadwal penerbangan pagi dari Balikpapan-Jakarta pukul 06.45 WITA menggunakan Boeing 737-900ER.
Penambahan jadwal penerbangan pagi tersebut adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, pemerintah daerah dan perusahaan-perusahaan di Kalimantan Timur yang memerlukan waktu lebih awal tiba di Jakarta dan tentunya dengan harga yang lebih terjangkau.
Dan mulai saat ini seluruh penerbangan Lion Air dari Jakarta ke Balikpapan dan sebaliknya sebanyak 5X setiap hari menggunakan pesawat Boeing 737-900ER dengan kapasitas 213 tempat duduk.
Dengan demikian setiap hari Lion Air menyediakan 1.065 tempat duduk untuk rute Balikpapan-Jakarta. Semoga masyarakat yang berencana untuk melakukan perjalanan tidak lagi mengalami kesulitan untuk mendapatkan tiket.
Selain rute Balikpapan-Jakarta, Lion Air dan Wings Air juga melayani rute Balikpapan-Surabaya-Balikpapan sebanyak 6X penerbangan setiap harinya.
Jadwal Penerbangan Lion Air/Wings Air di Balikpapan, sbb
Balikpapan-Jakarta 5X (Pukul 06:45, 10:00, 13:40, 16:30 dan 19:00)
Jakarta-Balikpapan 5X (Pukul 06:15, 09:55, 12:45, 15:20 dan 19:20)
Balikpapan-Surabaya 6X (Pukul 07:00, 09:10, 12:55, 15:00, 17:40 dan 20:00)
Surabaya-Balikpapan 6X (Pukul 06:15, 09:55, 12:05, 14:40, 16:55 dan 19:00)
Dan untuk informasi & pemesanan tiket Lion Air, silakan hubungi/kunjungi:
Call Center 24 Jam:
0804 1 778899
(021) 6379800, 63871111
Website:
www.lionair.co.id
Atau hubungi Biro Perjalanan Anda
Labels:
737-900ER,
Jadwal Penerbangan,
Lion Air,
Rute Penerbangan,
Tiket Pesawat
Langganan:
Postingan (Atom)